Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

narastya, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terus melakukan inovasi dan improvement guna meningkatkan keandalan operasi serta menjaga keberlanjutan produksi kilang. Salah satunya diwujudkan melalui modifikasi Expansion Joint Carbon Monoxide (CO) Boiler pada unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex.

Sebagai salah satu unit pendukung utama dalam proses regenerasi katalis di RFCC, CO Boiler 101-F-503 memiliki peran strategis memanfaatkan energi panas hasil pembakaran gas karbon monoksida menjadi energi uap (steam) untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional kilang.

Section Head RFCC RU IV Cilacap, Priyambodo Purwo Handoyo, menjelaskan program ini sebagai mitigasi sekaligus peningkatan keandalan fasilitas untuk mengatasi potensi gangguan pada sistem expansion joint CO Boiler.

“Tim RFCC Complex bersama fungsi terkait melakukan improvisasi melalui pendekatan rekayasa yang fokus pada eliminasi akar penyebab kerusakan. Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan menjaga keandalan peralatan kritikal pendukung operasional,” ujar Priyambodo.

Rekayasa ini mencakup sejumlah modifikasi pada sistem expansion joint. Implementasi ini berhasil menghilangkan jalur penetrasi flue gas bersuhu tinggi menuju area expansion joint, mengurangi potensi hotspot, meningkatkan kekakuan struktur penahan (retaining plate), serta memperpanjang umur pakai komponen.

Selain itu, modifikasi juga meningkatkan kemampuan sistem dalam mengakomodasi ekspansi termal selama operasi sehingga risiko sobekan pada fabric expansion joint maupun deformasi mekanis dapat diminimalkan secara signifikan.

Keberhasilan program ini berdampak positif pada keandalan operasi CO Boiler. Hingga saat ini, sistem dapat beroperasi stabil dan aman tanpa indikasi kebocoran. Dengan terjaganya keandalan CO Boiler, kontinuitas produksi steam sebagai utilitas penting dalam operasional kilang juga dapat dipertahankan sesuai kebutuhan proses.

Menurut Priyambodo, keandalan pasokan steam memiliki peran vital mendukung keberlangsungan operasi RFCC Complex. Gangguan pada CO Boiler berpotensi menyebabkan kehilangan produksi steam yang dapat memengaruhi stabilitas operasi unit proses, menurunkan fleksibilitas pengendalian operasi, hingga meningkatkan risiko pembatasan kapasitas produksi.

“Melalui improvement ini, kami tidak hanya meningkatkan keandalan peralatan, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan operasi dan keberlangsungan produksi. Keberhasilan menjaga performa CO Boiler menjadi salah satu faktor penting mendukung operasi RFCC yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keberhasilan implementasi ini menunjukkan komitmen perusahaan mengedepankan inovasi & continuous improvement untuk menjaga ketahanan operasional kilang.

“Setiap inovasi merupakan komitmen perusahaan menjaga keandalan aset, meningkatkan efisiensi operasi, serta memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas fungsi mampu menghasilkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan operasional perusahaan,” ungkap Agustiawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tingkatkan Kapasitas, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Berikan Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Berbasis Good Farming Practice

narastya, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan.

Salah satunya diwujudkan denganpelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Model Good Farming Practice bagi kelompok binaan Program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Musala Darul Amal, Desa Kalijaran, Maos, Kabupaten Cilacap, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tersebut diikuti oleh perwakilan Kelompok Ternak Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, serta BUMDes Kalijaran.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Pelatihan ini menjadi upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas peternak melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi masyarakat. Kami berharap pendampingan teknis budidaya itik berbasis Good Farming Practice dapat mendukung pengembangan usaha peternakan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

Menurutnya, pendekatan yang dikedepankan adalah budidaya itik berkelanjutan, yakni pengembangan usaha peternakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan ternak, efisiensi penggunaan pakan, perbaikan sistem kandang, serta pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

whatsapp image 2026 06 09 at 16.03.27

Pada sesi materi, dosen Fakultas Peternakan UNSOED, Ismoyowati menyampaikan praktik budidaya itik yang baik mulai dari periode pertumbuhan, standar kesehatan dan performa ternak, hingga penerapan standar Good Farming Practice pada kandang itik.

Pemateri lainnya, Titin Widiyastuti, memberikan pemahaman terkait kebutuhan nutrisi itik, pola pemberian pakan, pemanfaatan pakan komersial, serta alternatif pakan berbasis bahan lokal dan fermentasi guna meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

Dalam sesi evaluasi dan diskusi, Dekan Fakultas Peternakan UNSOED, Novie Andrisetiyanto, menyoroti sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan peternakan itik di Desa Kalijaran. Di antaranya meliputi manajemen afkir bebek, perbaikan sarana kandang, serta pengelolaan limbah peternakan, khususnya pada unit kandang yang dikelola BUMDes Kalijaran.

Melalui pelatihan ini, Pertamina RU IV Cilacap berharap kelompok binaan Program MAPAN semakin siap mengembangkan usaha peternakan itik yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Kalijaran dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pelita untuk Santri: Relpi Pertamina Cilacap Hadirkan Listrik Lebih Aman di Ponpes Syafaatul Quran

narastya, Cilacap – Tim Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap meluncurkan program Perbaikan Listrik Tempat Ibadah (Pelita) di kompleks Pondok Pesantren Syafaatul Quran, Cilacap, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan ini merupakan program kreatif yang diinisiasi pekerja muda Pertamina yang tergabung dalam Relpi sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan instalasi listrik.

Melalui program Pelita, Relpi melakukan perbaikan instalasi dan jaringan kelistrikan di lingkungan pondok pesantren guna meningkatkan aspek keamanan serta mendukung aktivitas belajar dan ibadah para santri.

Koordinator Program Pelita Relpi Cilacap, Anjar Santoso, menjelaskan program ini berangkat dari hasil survei yang dilakukan sebelumnya di lokasi. Dari hasil pemantauan, ditemukan beberapa titik jaringan listrik dan sambungan kabel yang sudah tidak layak digunakan serta berpotensi menimbulkan bahaya.

img 2972

“Berdasarkan hasil survei, kami menemukan beberapa instalasi listrik yang memerlukan perbaikan karena kondisinya kurang aman. Dari kondisi tersebut, Relpi menghadirkan Program Pelita yang untuk pertama kalinya kami laksanakan di Pondok Pesantren Syafaatul Quran,” ujar Anjar.

Dalam pelaksanaannya, tim Relpi melakukan penataan ulang jaringan listrik, penggantian beberapa komponen yang tidak layak, serta memastikan instalasi kelistrikan dapat berfungsi dengan lebih aman dan optimal.

Dewan Pengarah Relpi Cilacap, Sisyani Edy Widodo, menyampaikan program ini tidak hanya menjadi kontribusi Relpi dalam meningkatkan keselamatan instalasi listrik di lingkungan masyarakat, tetapi juga merupakan wujud kolaborasi perusahaan dengan masyarakat sekitar.

“Program Pelita menjadi salah satu bentuk kepedulian Relpi dalam membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi dan kolaborasi antara Pertamina dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ungkap Sisyani.

img 2886

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syafaatul Quran, KH Rohmatulloh, mengapresiasi semangat dan kepedulian Relpi yang telah meluncurkan Program Pelita di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Relpi. Program ini merupakan salah satu bentuk nyata dakwah dengan perbuatan. Dakwah dengan lisan mungkin lebih mudah dilakukan, namun dakwah bil haal atau melalui tindakan nyata tidak semua orang mampu melakukannya. Relpi telah menunjukkan hal tersebut di tempat kami,” tutur KH Rohmatulloh.

Selain perbaikan jaringan listrik, Tim Relpi juga memberikan sosialisasi singkat mengenai instalasi listrik rumah yang aman.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang sesuai standar keselamatan sehingga dapat meminimalkan risiko gangguan maupun kecelakaan akibat instalasi yang tidak layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini, Warnai International Firefighters’ Day 2026 di RU IV Cilacap

narastya, Cilacap – Dalam rangkaian peringatan International Firefighters’ Day (IFFD) 2026, Pertamina Patra Niaga Regional RU IV Cilacap melalui tim Pertamina Fire Brigade menggelar Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini bagi 180 siswa-siswi SD Patra Mandiri Cilacap, Jumat (5/6/2026), di kompleks sekolah.

Kegiatan edukatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai karakteristik api, potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, serta penanganan yang tepat sejak usia dini. Para siswa mendapatkan materi dasar mengenai kebakaran dan keselamatan, sekaligus praktik langsung bersama personel pemadam kebakaran Pertamina.

Section Head Emergency & Insurance RU IV Cilacap, Aris Yudo, menjelaskan kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran keselamatan kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak memperlakukan api dengan benar, memahami potensi bahaya serta mengetahui cara penanganan yang tepat. Dalam skala kecil, api relatif tidak menjadi masalah, namun ketika berkembang dalam skala besar dapat menimbulkan risiko yang serius. Karena itu, pemahaman sejak dini sangat penting agar mereka dapat menyikapinya dengan benar,” ujar Aris.

Selain materi singkat, para siswa juga diajak mengikuti simulasi pemadaman kebakaran menggunakan metode sederhana dengan menutup sumber api menggunakan karung basah. Antusiasme peserta semakin terlihat saat mereka berkesempatan mencoba memadamkan api menggunakan nozzle yang terhubung dengan selang air dari mobil pemadam kebakaran yang dihadirkan langsung ke lokasi.

whatsapp image 2026 06 06 at 18.37.02 (2)

Ketua Yayasan Patra Mandiri, Ery Sepsi Wantini, menyambut baik program pembelajaran yang diberikan RU IV Cilacap tersebut. Menurutnya, edukasi keselamatan kebakaran merupakan bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

“Pembelajaran ini sangat penting bagi anak-anak kami agar mereka memahami potensi-potensi kebakaran dan tidak panik ketika menghadapi kondisi sebenarnya, karena sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai cara penanganan,” ungkap Ery.

Salah satu peserta kegiatan, Khanza Auliya, siswi kelas 4 SD Patra Mandiri Cilacap, mengaku senang dapat mengikuti pembelajaran tersebut.

“Senang sekali hari ini bisa belajar langsung tentang kebakaran dan cara menanggulanginya. Ini menjadi pengalaman baru yang sangat seru dan bermanfaat,” kata Khanza.

Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tim Pertamina Fire Brigade dalam memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

“Penting untuk memperkenalkan sejak dini bagaimana penanganan terhadap api dan berbagai potensi bahaya yang dapat ditimbulkan. Kami berharap kesadaran pada aspek keselamatan dapat tumbuh sejak usia sekolah dan menjadi bagian dari budaya keselamatan di lingkungan masyarakat,” ujar Agustiawan.

Kegiatan ini juga menjadi salah satuju langkah nyata RU IV Cilacap dalam meningkatkan kesadaran keselamatan masyarakat sekaligus memperingati peran penting para petugas pemadam kebakaran melindungi lingkungan kerja dan masyarakat dari risiko kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luar Biasa! Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Borong 3 Penghargaan Bergengsi Pajak Awards 2026

narastya, Cilacap — Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Pajak Awards 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Tiga penghargaan tersebut yakni kategori Kontributor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Terbesar, Kontribusi Pajak Air Tanah Terbesar, serta OPTIMIS AWARD The Best Taxpayer of The Year.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, kepada Manager Finance RU IV Cilacap, Yudha Rastanura, di Aula Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cilacap, Selasa (26/5/2026).

Ajang Pajak Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Cilacap kepada para wajib pajak yang dinilai memiliki kepatuhan dan kontribusi tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pembayaran pajak.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menegaskan pajak daerah menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan di Kabupaten Cilacap.

whatsapp image 2026 06 04 at 11.07.36

Menurutnya, penerimaan pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wajib pajak yang telah menunjukkan kepatuhan dan komitmen dalam menunaikan kewajiban perpajakan,” ujar Ammy.

Ia juga mengapresiasi konsistensi para wajib pajak yang tetap patuh di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi saat ini.

Pada ajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyerahkan total 53 penghargaan kepada wajib pajak dari berbagai kategori, termasuk kepada Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menegaskan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan daerah melalui kepatuhan perpajakan.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata kepatuhan dan kontribusi Pertamina dalam mendukung pembangunan, khususnya di wilayah Kabupaten Cilacap,” kata Agustiawan.

Menurutnya, Pertamina akan terus berkomitmen menjalankan kewajiban perusahaan secara profesional sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kajian Alqudwah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Jejak Dakwah yang Tumbuh Bersama Masyarakat

narastya, Cilacap – Setiap Rabu siang, suasana di Masjid Baiturrahmah, kompleks Head Office (HO) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, selalu padat oleh jamaah. Usai salat Zuhur, ratusan jamaah dari berbagai kalangan perlahan memenuhi setiap sudut masjid.

Di antara mereka, tampak para pekerja Pertamina duduk berdampingan dengan masyarakat umum, menyimak kajian keislaman yang disampaikan para dai.

Pemandangan hangat ini menjadi rutinitas Kajian Rutin Alqudwah, program yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap melalui Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap.

Digelar setiap hari Rabu pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, program ini telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2017 dan menjadi salah satu wujud kontribusi perusahaan dalam membangun masyarakat, tidak hanya melalui energi, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan perjalanan Kajian Alqudwah dimulai dari kegiatan sederhana yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah para anggota tim manajemen RU IV Cilacap.

“Pada awalnya, kajian ini dilaksanakan dari rumah ke rumah secara bergiliran. Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai spiritual para pekerja di tengah aktivitas dan tanggung jawab pekerjaan yang padat,” ujar Agustiawan.

Seiring berjalannya waktu, antusiasme peserta terus meningkat. Kajian dipusatkan di Masjid Baiturrahmah agar dapat menjangkau lebih banyak jamaah. Sejak saat itu, Alqudwah tidak lagi hanya menjadi ruang pembelajaran bagi pekerja Pertamina, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum dari berbagai wilayah.

Setiap pekan, jamaah mengikuti kajian Islam tematik yang menghadirkan para dai dari Kabupaten Cilacap, bahkan sesekali dari luar daerah. Kehadiran penceramah dengan latar belakang dan keilmuan yang beragam membuat materi kajian selalu relevan.

Lebih dari sekadar forum keagamaan, Kajian Alqudwah juga berkembang menjadi gerakan kepedulian sosial. Melibatkan berbagai fungsi internal perusahaan, kegiatan ini disertai dengan penyaluran donasi yang dimanfaatkan untuk mendukung operasional masjid dan musala di sekitar perusahaan, serta bantuan bagi anak yatim dan kaum duafa.

dsc09173

Menurut Agustiawan, keberlangsungan program selama hampir satu dekade menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan kemanusiaan.

“Kajian Alqudwah menjadi salah satu bentuk dedikasi Pertamina menguatkan nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Kami percaya keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga dalam mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat,” tambahnya.

Dampak positif program ini terlihat dari pertumbuhan jumlah jamaah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada awalnya hanya diikuti sekitar 20 orang, kini Kajian Alqudwah dihadiri hingga 500 jamaah setiap pekan. Kapasitas Masjid Baiturrahmah pun nyaris selalu penuh setiap Rabu siang.

Bagi masyarakat, keberadaan kajian ini telah menjadi bagian dari rutinitas yang dirindukan. Salah satunya dirasakan oleh Sudiro, warga Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, yang hampir rutin mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya bersyukur Kajian Alqudwah masih terus berlangsung sampai sekarang dan jamaahnya semakin banyak. Semoga ini menjadi amal baik bagi Pertamina dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat, di luar tanggung jawab perusahaan dalam menyediakan energi,” tuturnya.

Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, Kajian Alqudwah hadir sebagai ruang untuk sejenak menenangkan hati, memperdalam ilmu agama, sekaligus mempererat tali persaudaraan.

Kajian Alqudwah kini tumbuh menjadi jembatan yang menyatukan perusahaan dan masyarakat dalam semangat belajar, berbagi, dan menebarkan kebaikan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Idul Adha 1447 H Membawa Harapan, Dukungan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Menguatkan Peternak Lokal Cilacap

narastya, Cilacap – Momentum Idul Adha selalu membawa harapan tersendiri bagi para peternak sapi di Kabupaten Cilacap. Di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban, para peternak lokal menanti datangnya pembeli yang tidak hanya mencari ternak berkualitas, tetapi juga dukungan nyata bagi keberlangsungan usaha mereka.

Harapan itu dirasakan oleh Manto, peternak sapi asal Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah. Selama lebih dari 15 tahun, ia mengembangkan usaha peternakan yang kini memiliki dua unit kandang di Jalan Kalidonan Gang Kalibuntu RT 06 RW 21 berkapasitas 150 ekor sapi .

Bagi Manto, Idul Adha menjadi salah satu periode terpenting dalam satu tahun usaha peternakannya. Karena itu, ia mengaku bersyukur ketika Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap turut membeli sapi dari kandangnya untuk kebutuhan bantuan hewan kurban tahun ini.

“Tentu bersyukur, Pertamina ikut mendukung UMKM lokal seperti kami. Kehadiran perusahaan yang membeli sapi dari peternak sekitar sangat membantu keberlangsungan usaha kami,” ungkap Manto.

Cerita serupa datang dari Basiran, peternak asal Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah. Setiap musim Idul Adha, pemilik kandang sapi Barokah asal Jl. MH Thamrin, Lomanis, Cilacap Tengah ini mampu menjual antara 30 hingga 70 ekor sapi, bahkan lebih. Tahun ini, sebagian ternaknya juga dipilih untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban Pertamina.

Menurut Basiran, dukungan perusahaan kepada peternak lokal memiliki arti penting, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga sebagai bentuk keberpihakan terhadap usaha masyarakat sekitar.

“Kami berterima kasih kepada Pertamina yang rutin membeli sapi di tempat kami. Dukungan seperti ini membuat peternak lokal tetap eksis dan berkembang. Semoga setiap tahun jumlah pembelian sapinya bisa ditingkatkan sebagai wujud sinergi dengan tetangga terdekat,” ujarnya.

Keterlibatan peternak lokal dalam penyediaan hewan kurban menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan pada Idul Adha 1447 H, perusahaan menyalurkan total 31 ekor sapi dan 53 ekor kambing kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat serta mempererat hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar pada momentum Idul Adha,” jelas Agustiawan.

Lebih lanjut, ia menegaskan pengadaan hewan kurban dilakukan melalui peternak lokal yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat setempat.

“Pengadaan hewan kurban tahun ini sepenuhnya berasal dari peternak lokal. Ini merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung UMKM, khususnya para peternak sapi maupun kambing di Cilacap,” tambahnya.

Melalui momentum Idul Adha, Pertamina tidak hanya menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menghadirkan manfaat berantai bagi pelaku usaha lokal.

Dukungan terhadap peternak seperti Manto dan Basiran menjadi bukti bahwa hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat dapat tumbuh melalui kolaborasi yang saling menguatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semangat Idul Adha, GM RU IV Cilacap Ajak Perwira Pertamina Menjaga Amanat Energi Negeri

narastya, Cilacap – General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, mengajak seluruh Perwira Pertamina untuk membawa semangat berkurban dalam menjaga amanat besar mengelola energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Wahyu saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di kompleks Perumahan Pertamina Gunung Simping, Cilacap, Rabu (27/5/2026).

Menurut Wahyu, Pertamina mendapat amanah besar dari negara untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga. Meski penuh tantangan, ia meyakini seluruh tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik apabila setiap insan Pertamina meneladani semangat pengorbanan Nabi Ibrahim ‘alaihi salam.

“Pertamina mendapatkan amanah besar untuk memasok energi nasional. Ini tentu bukan tugas yang mudah. Namun dengan mengambil hikmah Idul Adha, yakni keteladanan pengorbanan Nabi Ibrahim, insya Allah seluruh beban pekerjaan akan terasa lebih ringan,” ujar Wahyu.

0d1a3496

Ia menambahkan, semangat berkurban tidak hanya diwujudkan melalui penyembelihan hewan kurban, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai pengorbanan dapat diwujudkan dengan mengorbankan waktu untuk membantu sesama, tenaga untuk kebaikan, serta harta bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan semangat itu, kita tidak hanya menjalankan ibadah ritual, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan mempererat tali persaudaraan.

Sementara itu, khatib Salat Idul Adha, Ustaz Milhan Royani dari Griya Quran Mulia Cilacap, dalam khutbahnya mengajak jamaah merefleksikan hikmah kepatuhan total Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT kepada putranya, Nabi Ismail AS.

Pelaksanaan Salat Idul Adha yang dikoordinasikan Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap tersebut tidak hanya digelar di kompleks Perumahan Pertamina Gunung Simping, tetapi juga dilaksanakan di lapangan depan Head Office RU IV Cilacap serta kompleks Masjid Baitussalam, Perumahan Pertamina Tegalkatilayu, Cilacap Selatan.

Usai pelaksanaan salat Id, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Pada Idul Adha 1447 Hijriah ini, tercatat sebanyak 31 ekor sapi dan 53 ekor kambing dari Perwira dan keluarga besar RU IV Cilacap didistribusikan kepada masyarakat sebagai wujud semangat berbagi dan kepedulian sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mamaku Sigap Bukti Kepedulian Nyata Pertamina, RU IV Cilacap Raih Dua Penghargaan TOP CSR 2026

narastya, Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali menorehkan prestasi di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang TOP CSR Awards 2026.

Dalam penganugerahan yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin sore (25/5/2026), RU IV Cilacap berhasil meraih penghargaan kategori TOP CSR 2026 Bintang 4 serta TOP Leader on CSR Commitment 2026.

Penghargaan diterima langsung oleh Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan. Dalam kesempatan itu kategori TOP Leader on CSR Commitment 2026 dianugerahkan kepada General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, atas konsistensi dan komitmen dalam implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan.

Sedangkan kategori TOP CSR 2026 Bintang 4 diberikan karena perusahaan dinilai berada pada level sangat baik, khususnya dalam keselarasan program CSR dengan strategi pertumbuhan bisnis perusahaan melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV) dan implementasi ISO 26000 Social Responsibility. Selain itu, mayoritas program CSR perusahaan dinilai mampu mendukung strategi pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Agustiawan menjelaskan, program unggulan yang diusung dalam penilaian tahun ini adalah Masyarakat Mandiri Kutawaru, Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir (Mamaku Sigap) di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah.

whatsapp image 2026 05 26 at 16.35.31

“Program Mamaku Sigap menjadi inovasi sosial berbasis masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. Program ini juga menjadi satu-satunya konsep pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular dengan pengembangan berbagai unit usaha dan sumber pendapatan masyarakat,” jelas Agustiawan.

Melalui program tersebut, RU IV Cilacap berhasil mendorong pertumbuhan unit usaha multiple commodities dan multiple income dengan omzet mencapai Rp366 juta per bulan. Selain itu, lebih dari 1.500 rumah tangga terlibat aktif dalam pengelolaan pertumbuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kawasan pesisir Kutawaru.

Dari sisi lingkungan, program Mamaku Sigap mencatat berbagai indikator keberlanjutan, di antaranya pengelolaan 7,6 ton sampah/tahun, penanaman mangrove seluas 8,5 hektare, pengembangan lebih dari 78 ribu bibit mangrove wellbag dan non-wellbag, pengurangan emisi sebesar 5,46 ton CO2eq per tahun dari pemanfaatan palet, serta pengurangan emisi sebesar 877 ton CO2eq per tahun melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Di aspek sosial, program ini berhasil mengintegrasikan lima kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah, membangun sinergi lintas pemangku kepentingan, melahirkan dua kegiatan sosial-kultural berbasis pengelolaan sampah, serta mencatat indeks kepuasan masyarakat sebesar 96,8 persen.

Pada aspek ekonomi, program Mamaku Sigap turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui berbagai sektor usaha, di antaranya wisata Kampoeng Kepiting sebesar Rp72 juta per bulan, Pasar Amarta Rp62 juta per bulan, pesisir produktif Rp34 juta per bulan, serta sektor pertanian dan perdesaan budidaya sebesar Rp12 juta per bulan.

Prestasi ini menjadi bukti komitmen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap dalam menghadirkan program TJSL yang tidak hanya berdampak bagi masyarakat dan lingkungan, tetapi juga selaras dengan penciptaan nilai berkelanjutan bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertamina Patra Niaga Tegaskan Informasi dan Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026 Tidak Benar

narastya, Jakarta – Pertamina Patra Niaga, menanggapi beredarnya informasi di media sosial mengenai daftar merk kendaraan yang disebut tidak diperbolehkan menggunakan Pertalite mulai 1 Juni 2026, menegaskan hingga saat ini belum ada, baik itu rencana ataupun arahan dari Pemerintah terkait hal mengenai pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan sebagaimana tercantum dalam unggahan yang beredar di media sosial.

“Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator. Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.

“Pertamina Patra Niaga menjalankan mandat distribusi energi dan akan mengikuti kebijakan resmi Pemerintah. Sekali lagi kami tekankan, hingga saat ini tidak ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.” tambahnya.

Saat ini, layanan distribusi dan penyaluran Pertalite tetap berjalan normal. Program Subsidi Tepat yang dijalankan merupakan bagian dari upaya mendukung tata kelola distribusi energi agar lebih tepat sasaran, dan tidak dapat disamakan dengan informasi viral berupa daftar kendaraan tertentu yang dilarang membeli BBM.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah, regulator, maupun Pertamina sebelum membagikan ulang informasi di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Untuk informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina Patra Niaga, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *