Pertamina Kilang Cilacap Dorong Pemanfaatan Energi Bersih & Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan

narastya, Cilacap — Komitmen Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam mendorong pemanfaatan energi bersih sekaligus pemberdayaan masyarakat terus diperkuat melalui berbagai program berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Hal itu disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, pada kuliah umum Dies Natalis ke-3 Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan Politeknik Negeri Cilacap (PNC) di kampus tersebut, Selasa (11/8/2026).

Agustiawan menyampaikan pengembangan energi bersih tidak hanya terkait energi alternatif, tetapi juga dapat menjadi penggerak pemberdayaan, penguatan ekonomi lokal, serta upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dikatakan, salah satu pendekatan dalam EBT ini adalah pemanfaatan potensi energi surya di Jawa Tengah. Tercatat 12 lokasi potensial pengembangan PLTS dengan karakteristik lahan dan aksesibilitas yang mendukung, salah satunya wilayah Cilacap dengan potensi yang cukup tinggi.

Dicontohkan implementasi pemberdayaan EBT di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Cilacap berupa program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN). Ini adalah unggulan TJSL pemberdayaan petani dan pelaku UKM pertanian melalui pendekatan holistik dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

“Tercatat 233 orang penerima manfaat, terdiri dari petani gurem, petani perempuan, buruh tani harian, anak-anak dan masyarakat miskin. EBT mendukung aktivitas pertanian, seperti irigasi PLTS, irigasi energi hybrid, inovasi penyemprot pestisida, hortikultura dan irigasi tetes berbasis EBT, hingga integrasi sistem pertanian dari hulu ke hilir,” ungkapnya.

Pada kolaborasi EBT Program Kalijaran MAPAN, total daya mencapai 17.540 Wp yang berkontribusi positif pada aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan well-being.

“Di sisi lingkungan program ini juga mencatat pengelolaan 660 kg limbah pertanian dan rata-rata debit air sebesar 150.000 liter per hari,” tegasnya.

Di sisi ekonomi, program menghasilkan pendapatan padi Rp220,35 juta per panen per kelompok, pendapatan diversifikasi produk Rp5,335 juta per bulan, serta hasil panen hortikultura dan perikanan Rp7,15 juta. Selain itu, tercatat penghematan penggunaan pompa diesel, Rp4,5 juta.

Agustiawan juga menyoroti pemanfaatan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF). “Pengolahan UCO menjadi SAF dapat menurunkan emisi Gas Rumah Kaca hingga 80 persen dibandingkan pengolahan kerosene menjadi avtur,” imbuhnya.

Koordinator Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan PNC, Radhi Ariawan menyambut baik kontribusi Kilang Cilacap dalam pengembangan EBT. “Implementasi energi bersih dari dunia industri ini penting menambah pemahaman dan pengetahuan mahasiswa, terkait pemanfaatan energi terbarukan secara nyata di masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme juga disampaikan mahasiswa PNC, Alika, yang menilai pemaparan langsung dari perusahaan menjadi tambahan ilmu dan motivasi mahasiswa untuk tak henti belajar dan berinovasi. “Terimakasih Pertamina, materi ini menjadi bekal ilmu yang sangat bermanfaat,” kata Alika.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terus mendorong pemanfaatan EBT tidak hanya sebagai solusi energi, tetapi juga sebagai instrumen untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MAMAKU SIGAP Antar Kilang Cilacap Raih Penghargaan Platinum ISRA 2026

narastya, Solo – Komitmen Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Kilang Cilacap berhasil meraih penghargaan Platinum pada ajang Indonesia Social Responsibility Awards (ISRA) 2026 untuk kategori video dokumentasi program Masyarakat Mandiri Kutawaru – Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir (MAMAKU SIGAP).

Penghargaan tersebut diterima oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, pada malam penganugerahan ISRA 2026 yang berlangsung di Solo, Kamis malam (6/8/2026).

ISRA 2026 merupakan ajang apresiasi dan forum kolaborasi nasional yang diselenggarakan oleh Prospectus untuk memperkuat praktik keberlanjutan serta implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi Kilang Cilacap menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus lingkungan.

whatsapp image 2026 08 08 at 11.51.56

“Penghargaan ini kembali meneguhkan posisi Kilang Cilacap yang konsisten mengembangkan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional. Melalui MAMAKU SIGAP, kami berupaya menghadirkan inovasi sosial yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

Ia menjelaskan, MAMAKU SIGAP merupakan inovasi sosial berbasis masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Keberhasilan program ini tercermin dari tumbuhnya berbagai unit usaha berbasis multiple commodities dan multiple income dengan total omzet mencapai Rp366 juta per bulan. “Selain itu, lebih dari 1.500 rumah tangga terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengembangan aspek sosial, ekonomi, serta lingkungan di kawasan pesisir Kutawaru,” kata Agustiawan.

Dari sisi keberlanjutan lingkungan, MAMAKU SIGAP mencatat berbagai capaian signifikan, di antaranya pengelolaan 7,6 ton sampah per tahun, penanaman mangrove seluas 8,5 hektare, pengembangan lebih dari 78 ribu bibit mangrove baik wellbag maupun non-wellbag, pengurangan emisi 5,46 ton CO2eq per tahun melalui pemanfaatan palet, serta pengurangan emisi 877 ton CO2eq per tahun melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Steering Committee ISRA 2026, Miftah Faridl Widhagdha, mengatakan tema Catalyzing Collective Change for Scalable Impact menekankan pentingnya aksi kolektif lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan solusi yang adaptif, kolaboratif, dan mudah direplikasi.

Penghargaan Platinum ISRA 2026 diharapkan semakin memotivasi Kilang Cilacap untuk terus menghadirkan program-program tanggung jawab sosial yang inovatif, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Saat Sidat Tak Lagi Sekadar Hasil Tangkapan, Pertamina Hadir Membuka Jalan Nilai Tambah

narastya, Cilacap – Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Cilacap dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas kelompok binaan.

Salah satunya melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Sidat Unagi Kabayaki di Pusat Budidaya & Edukasi Sidat Panikel (PUSAKA), Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Kamis (6/8/2026).

Pelatihan diikuti anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) Mina Family Panikel sebagai upaya meningkatkan keterampilan mengolah sidat menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing, termasuk untuk memenuhi peluang pasar ekspor.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan komitmen Pertamina dalam memastikan setiap program pemberdayaan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Sudah menjadi standar kami untuk menciptakan nilai tambah dari setiap program pemberdayaan. Kebetulan komoditas unggulan di sini adalah ikan sidat, sehingga penting bagi kelompok tidak hanya menjual ikan dalam bentuk utuh, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Agustiawan, olahan unagi kabayaki telah dikenal luas di pasar internasional sebagai produk premium. Karena itu, penguasaan teknik pengolahan menjadi bekal penting bagi kelompok binaan untuk memperluas peluang usaha.

“Kami berharap pelatihan ini semakin membuka wawasan peserta bahwa sidat memiliki potensi luar biasa jika diolah dengan baik. Semoga ke depan mampu melahirkan produk berkualitas yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengangkat potensi Kampung Laut,” tambahnya.

Ketua Poklahsar Mina Family Panikel, Lasmini, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi kelompoknya. Selama ini, pengolahan sidat masih dilakukan secara sederhana sehingga nilai jualnya belum optimal.

“Selama ini kami hanya menjual atau mengolah sidat dengan cara yang masih terbatas. Melalui pelatihan ini kami mendapat tambahan ilmu dan pengalaman baru, terutama bagaimana mengolah sidat menjadi unagi kabayaki yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ungkapnya.

Sesi pelatihan dipandu oleh Ningsih, narasumber dari Koperasi Mina Sidat Bersatu, Kaliwungu, Kedungreja, Cilacap.

Peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari memilih ikan sidat berkualitas, teknik fillet, proses pemanggangan awal, pengukusan (steam), hingga pemanggangan akhir untuk menghasilkan unagi kabayaki siap saji.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan seksama sambil berdiskusi mengenai teknik pengolahan, standar kualitas, hingga peluang pemasaran produk olahan sidat.

Melalui pelatihan ini, Pertamina Kilang Cilacap berharap kelompok binaan mampu mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, memperkuat daya saing usaha masyarakat pesisir, sekaligus menjadikan sidat Panikel sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu Ambulans, Ribuan Harapan: Ikhtiar BAZMA RU Cilacap Tingkatkan Layanan Sosial

narastya, Cilacap – Setiap perjalanan hidup akan berakhir pada satu tujuan yang sama. Di momen perpisahan itu, setiap insan berhak mendapatkan penghormatan terakhir yang layak. Berangkat dari semangat itulah, Baituzzakah Pertamina (BAZMA) RU Cilacap meluncurkan layanan ambulans jenazah baru sebagai ikhtiar peningkatan pelayanan sosial kemanusiaan bagi masyarakat.

Peluncuran tersebut dilakukan dalam “Silaturahmi & Kolaborasi Kebaikan” BAZMA bersama Dompet Dhuafa di Gedung Patra Graha Cilacap, Rabu (29/7/2026). Kehadiran armada baru ini diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih cepat, layak, dan profesional bagi masyarakat yang membutuhkan.

Namun, kolaborasi kebaikan hari itu tidak berhenti pada peluncuran ambulans. Dalam kesempatan itu turut disalurkan berbagai bantuan sosial dan program pemberdayaan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat.

Di antaranya dukungan operasional rutin bagi 135 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah senilai Rp 34,5 jutys, santunan bagi 44 warga lanjut usia sebesar 47,5 juta, bantuan enam unit gerobak usaha senilai Rp 20 juta, beasiswa pendidikan untuk 19 siswa-siswi senilai Rp 14,6 juta, layanan pengobatan gratis sebesar Rp 5,4 juta, 280 paket sembako senilai Rp 28 juta, serta 1 unit ambulans senilai Rp 311 juta. Sehingga total bantuan yang disalurkan senilai lebih dari Rp 460 juta.

Pengurus BAZMA RU Cilacap, Kusnadi, mengatakan seluruh program yang dijalankan merupakan amanah dari para muzaki, munfiq, serta seluruh pihak yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZMA.

“Amanah ini dikelola dan disalurkan melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, maupun dakwah. Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin ini terus berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang lebih luas,” ujar Kusnadi.

Senada, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Hermawan Budiantoro melalui sambutan yang dibacakan Ketua BAZMA RU Cilacap, Achmad Suhairi, menyampaikan rasa syukur atas semakin meningkatnya kesadaran pekerja muslim Pertamina dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZMA.

“Hingga saat ini lebih dari 60 persen pekerja muslim Pertamina RU Cilacap telah menyalurkan zakat, infak, dan wakaf melalui BAZMA. Alhamdulillah, kesadaran untuk berbagi terus tumbuh, dan kami berharap kepercayaan ini dapat terus kami jaga dengan menghadirkan program-program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Peluncuran ambulans jenazah secara simbolis dilakukan oleh Ketua BAZMA RU Cilacap, Achmad Suhairi, didampingi Ketua BAZMA Pusat, Yudho Irianto, serta General Manager Pengembangan dan MPZ Dompet Dhuafa Pusat, Doddy P. Manullang.

Rangkaian kegiatan ditutup sesi motivasi pengelolaan TPQ dan Madrasah Diniyah yang disampaikan oleh Kak Imung dari Purwokerto. Melalui materi yang inspiratif, para pengelola TPQ dan Madrasah Diniyah diajak terus meningkatkan kualitas dan kreatifitas pendidikan agama bagi generasi muda sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Melalui semangat Silaturahmi & Kolaborasi Kebaikan, BAZMA RU Cilacap berharap setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para pekerja Pertamina tidak hanya menjadi angka dalam laporan, tetapi benar-benar menjelma menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dari Gas Suar Menjadi Energi, Inovasi Pekerja Kilang Cilacap Tekan Emisi Karbon

narastya, Cilacap, 1 Agustus 2026 – Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Kilang Cilacap, nyala api gas suar (flare) menjadi pemandangan yang sudah akrab. Namun, di balik nyala api yang kini semakin kecil, tersimpan ikhtiar besar para pekerja Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Melalui berbagai inovasi operasional, RU Cilacap berhasil mengoptimalkan pemanfaatan gas suar sehingga pembakaran (flaring) dapat ditekan secara signifikan.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan energi, tetapi juga menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam mendukung target dekarbonisasi nasional melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.

Manager Engineering & Development Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Andi Krishnanta Wijaya menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil karya dan kolaborasi para pekerja Kilang Cilacap menghadirkan proses operasi yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan.

“Optimalisasi pemanfaatan gas suar menjadi bukti keseriusan RU Cilacap dalam mendukung dekarbonisasi. Berbagai inovasi yang dikembangkan para pekerja mampu mengubah gas yang sebelumnya dibakar menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali dalam operasional kilang,” jelas Andi, Sabtu (1/8/2026).

Ia menerangkan, RU Cilacap memiliki lima titik gas suar, masing-masing di Kilang I, Kilang II, Kilang Paraxylene Cilacap (KPC), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), dan Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC).

“Saat ini, gas yang sebelumnya dilepas melalui flare telah dioptimalkan pemanfaatannya sebagai fuel gas di Kilang I dan Kilang II, serta melalui off gas recovery pada eks Unit KPC dan RFCC sebagai feed Unit Lube Oil Complex (LOC) III dan Sulphur Recovery Unit (SRU),” urai Andi.

Optimalisasi tersebut memberikan manfaat nyata dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Pada aspek ekonomi, pemanfaatan tail gas berhasil menurunkan konsumsi fuel gas 025F-101 rata-rata sebesar 1.698 Nm³ per jam atau sekitar 26 ton fuel gas per hari. Efisiensi tersebut setara dengan penghematan biaya bahan bakar mencapai sekitar US$10.387 setiap hari.

“Dari aspek sosial, nyala api gas suar yang semakin kecil juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitar kawasan kilang karena aktivitas flaring menjadi jauh lebih minim dibanding sebelumnya,” imbuh Andi.

Sementara dari sisi lingkungan, hingga Juni 2026 inovasi tersebut berhasil menekan emisi sebesar 7.286 ton CO₂ ekuivalen, atau setara dengan manfaat penyerapan karbon dari lebih dari 76 ribu pohon.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan, transformasi operasional kilang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami terus berupaya menjalankan operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Khusus aspek sosial yang berhubungan dengan masyarakat, efisiensi operasional yang dihasilkan membuka ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” kata Agustiawan.

Ditambahkan Agus, penghematan yang diperoleh dapat mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi Kilang Cilacap.

Keberhasilan optimalisasi pemanfaatan gas suar ini menjadi salah satu bukti bahwa inovasi dari para pekerja mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari nyala api yang semakin redup, lahir efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan komitmen untuk menghadirkan operasional kilang yang semakin hijau demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertamina Fire Brigade RU Cilacap Bantu Proses Pemadaman Kebakaran Ruko di Jalan Tendean

narastya, Cilacap – Tim Pertamina Fire Brigade (PFB) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap turut membantu proses pemadaman kebakaran yang melanda sebuah ruko bengkel motor di Jalan Tendean, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Rabu malam (22/7/2026).

Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.46 WIB, setelah seorang saksi melihat percikan api muncul dari bagian atap bangunan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Emergency & Insurance dari fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) RU Cilacap segera mengerahkan personel Pertamina Fire Brigade (PFB) ke lokasi kejadian dengan pengawalan tim PKD Security.

Pjs. Manager HSSE RU Cilacap, Aditya Liberty Prabowo mengatakan pihaknya bergerak cepat mengirimkan satu unit Fire Truck FT-41 beserta 7 personel dan perlengkapan pemadaman untuk mendukung upaya penanganan kebakaran.

“Setelah menerima informasi kejadian, kami mengerahkan personel PFB beserta satu unit Fire Truck FT-41 lengkap dengan peralatan pemadaman. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait untuk membantu proses pemadaman hingga tahap cooling,” jelas Adi.

Bersama tim pemadam kebakaran dari berbagai instansi, personel PFB berjibaku memadamkan kobaran api dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Tahapan cooling dinyatakan selesai sekitar pukul 00.10 WIB, menandai berakhirnya proses penanganan di lokasi.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, menyampaikan tiga unit armada dari Pos Damkar Cilacap diterjunkan, didukung bantuan dari berbagai unsur, termasuk Pertamina, guna mempercepat proses pemadaman.

“Kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam upaya ini, termasuk tim dari Pertamina Patra Niaga RU Cilacap,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, sedikitnya 16 unit sepeda motor beserta onderdil yang berada di dalam bengkel dilaporkan hangus terbakar.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi. Menurutnya, keterlibatan Pertamina dalam penanganan kebakaran merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus komitmen mendukung upaya tanggap darurat.

“Semoga kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik,” imbuh Agustiawan.

Keterlibatan PFB RU Cilacap menjadi bagian dari komitmen Pertamina untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat, dan unsur penanggulangan bencana dalam memberikan respons cepat terhadap situasi darurat, sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Anak Nasional 2026, Relpi Pertamina RU Cilacap Dukung Pemenuhan Fasilitas Belajar Anak melalui Tebar 4.0

narastya, Cilacap – Dalam semangat Hari Anak Nasional 2026, Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap kembali menunjukkan komitmen dukungan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak.

Hal ini dilakukan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp10 juta kepada siswa-siswi SD Negeri Bojong 03, Kecamatan Kawunganten, Rabu (22/7). Inisiatif kreatif bertajuk Tanam Energi Barokah (Tebar) 4.0 kal i ini mendapat dukungan penuh dari fungsi Production II RU Cilacap.

Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, didukung fasilitas memadai bagi seluruh anak Indonesia.

Pada kesempatan ini, relawan muda Pertamina hadir membantu memenuhi kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih optimal dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

Program ini merupakan tindak lanjut dari kreatifitas Relpi yang mengajak pekerja beserta keluarga besar Pertamina berdonasi kebutuhan sekolah. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat, termaduk di bidang pendidikan.

Koordinator Program Tebar 4.0, Farras Khibban, menjelaskan pada penyaluran tahap kedua ini Relpi menyerahkan berbagai bantuan berupa whiteboard, printer, tempat sampah, dan paket alat tulis sekolah dengan total nilai lebih dari Rp10 juta. Bantuan tersebut sebagai hasil penggalangan donasi periode 16 Juni–10 Juli 2026.

“Ini adalah wujud kepedulian relawan dan keluarga besar Pertamina pada dunia pendidikan. Semoga semakin menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh fasilitas belajar memadai yang selaras tumbuh kembang mereka,” ujar Farras.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap Agustiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terus menunjukkan komitmen dalam aksi-aksi sosial. Program ini disebutnya menjadi salah satu unggulan Relpi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Salut untuk relawan muda Relpi yang konsisten menghadirkan program sosial bagi masyarakat. Bertepatan Hari Anak Nasional, bantuan ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkap Agustiawan yang juga Pembina Relpi Cilacap.

Kehadiran Relpi disambut hangat oleh Kepala SD Negeri Bojong 03, Sujatmoko, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai penerima manfaat. “Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat untuk menunjang kebutuhan belajar anak-anak. Semoga kebaikan seluruh donatur mendapatkan balasan berlimpah,” tutur Sujatmoko.

Melalui Tebar 4.0, Relpi RU Cilacap memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional demi memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertamina Kilang Cilacap Kawal Legalitas UMKM Tani

narastya, Cilacap – Banyak produk hasil pertanian dan olahan masyarakat memiliki kualitas yang baik, namun belum mampu menembus pasar yang lebih luas karena terkendala legalitas usaha dan produk. Padahal, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikat halal menjadi kunci penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih besar.

Melihat tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) menggelar pelatihan legalitas usaha dan pengembangan kemasan bagi kelompok binaan di Desa Kalijaran.

Kegiatan ini menghadirkan Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas UMKM, Hakim dan turut melibatkan Kelompok Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, KWT Tandur Makmur, serta Poklahsan Panikel Sidat Mania.

Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha berupa NIB, PIRT, dan sertifikasi halal sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing produk. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai desain kemasan yang menarik sebagai identitas produk dan strategi branding agar produk memiliki nilai tambah di tengah persaingan pasar.

Tidak hanya menerima materi, seluruh kelompok juga didampingi secara langsung dalam proses pengisian formulir pengajuan NIB, PIRT, dan sertifikasi halal. Setiap kelompok menggunakan satu alamat surat elektronik sebagai media komunikasi resmi untuk mempermudah proses administrasi, pemantauan perkembangan legalitas, hingga tindak lanjut pengajuan dokumen.

Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

“Program MAPAN tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kelompok binaan memiliki legalitas usaha yang menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk, serta menciptakan kemandirian masyarakat. Melalui program CSR, kami ingin menghadirkan pemberdayaan yang memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku usaha di sekitar wilayah operasi perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Konsultan PLUT Dinas UMKM, Hakim menjelaskan bahwa legalitas usaha merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku UMKM. “Legalitas seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi bentuk perlindungan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Didukung kemasan yang baik, produk masyarakat akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern maupun memperluas jaringan pemasaran,” jelasnya.

Salah satu peserta pelatihan, Rohmah Noviana, mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi kelompoknya. “Selama ini kami fokus pada produksi, tetapi belum memahami pentingnya legalitas dan kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami lebih percaya diri untuk mengurus perizinan usaha sehingga produk kami dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Program MAPAN menjadi wujud kontribusi CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam mendukung Asta Cita melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM. Kegiatan ini juga berdasar pada komitmen Kilang Cilacap dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), salah satunya pada tujuan delapan tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta tujuan ke dua belas tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemasok 34 Persen BBM Nasional, Pertamina Kilang Cilacap Perkuat Sinergi Hukum dengan Kejati Jateng

narastya, Semarang – Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Hermawan Budiantoro, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah di Semarang, Senin (20/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Pertamina dengan Kejati, khususnya di bidang layanan dan bantuan hukum.

Dalam kunjungan ini, Hermawan didampingi Pjs. Manager Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Adi Firmansyah serta Area Manager Communication, Relations & CSR Agustiawan dan pejabat dari fungsi terkait. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Teguh Subroto, di ruang kerjanya.

Hermawan Budiantoro menyampaikan Kilang Cilacap memiliki peran strategis sebagai salah satu kilang terbesar di Indonesia. Kilang Cilacap bertanggung jawab menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional dan sekitar 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa.

“Peran Kilang Cilacap sangat penting dan vital dalam menjaga ketersediaan energi nasional. Karena itu, kami perlu membangun kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, agar seluruh operasional perusahaan senantiasa berjalan pada koridor yang benar, khususnya dari perspektif hukum,” ujar Hermawan.

Menurutnya, dukungan pendampingan hukum menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan sekaligus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Teguh Subroto, menyambut baik kunjungan jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Ia mengapresiasi komitmen Pertamina dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan aparat penegak hukum sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan.

Teguh menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah siap bersinergi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki, khususnya dalam layanan dan bantuan hukum, guna mendukung kelancaran operasional objek vital nasional yang memiliki peran strategis bagi ketahanan energi Indonesia.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, ditandai dengan diskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat terus dikembangkan di masa mendatang.

Sinergi antara Pertamina dan Kejaksaan diharapkan mampu memperkuat kepatuhan hukum, mitigasi risiko, serta mendukung keberlangsungan operasional Kilang Cilacap dalam menjalankan tugasnya menjaga pasokan energi bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dari Dapur ke Energi Bersih, Stafsus Wapres RI Dorong Bank Sampah Binaan Pertamina Kilang Cilacap Jadi Percontohan Kampung Minyak Jelantah

narastya, Cilacap – Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, mengapresiasi semangat dan kepedulian masyarakat, khususnya para ibu dari Bank Sampah Beo Asri, Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, dalam mengumpulkan minyak jelantah sebagai upaya menjaga lingkungan dan mendukung ekonomi sirkular.

Kunjungan ke Bank Sampah Beo Asri menjadi agenda pembuka kunjungan kerja Tina Talisa di kawasan Kilang Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Selasa (14/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Tina melihat secara langsung aktivitas anggota bank sampah yang secara rutin mengumpulkan minyak jelantah dari rumah tangga untuk selanjutnya dikelola.

“Saya sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu di sini. Luar biasa, meski sebagian besar sudah lansia, semangatnya tetap muda dan produktif. Ini contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari rumah dan dilakukan oleh siapa saja,” ujar Tina.

Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Selain mengurangi potensi pencemaran, pengumpulan minyak jelantah juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Kami senang melihat ibu-ibu secara sadar dan tekun mengumpulkan minyak jelantah untuk disetorkan ke Bank Sampah Beo Asri. Selain misi penyelamatan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi karena minyak jelantah dihargai sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram,” katanya.

Lebih lanjut, Tina menilai inisiatif tersebut juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan. Minyak jelantah ini menjadi salah satu bahan baku dalam pengembangan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) yang diproduksi Kilang Cilacap, sehingga mendukung upaya transisi energi nasional.

Ia pun berharap Bank Sampah Beo Asri dapat menjadi pelopor sekaligus percontohan bagi lahirnya “Kampung Minyak Jelantah” di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Bank Sampah Beo Asri Tegalreja, Sri Widowati, menjelaskan program pengumpulan minyak jelantah telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan mendapat respons positif dari masyarakat. Saat ini beranggotakan lebih dari 900 orang dan pihaknya mampu mengumpulkan sekitar 100 hingga 150 kilogram minyak jelantah setiap bulan.

“Masyarakat semakin sadar pentingnya mengelola minyak jelantah dengan benar. Selain menjaga lingkungan, hasil penjualannya juga memberikan tambahan pendapatan bagi warga,” ungkap Sri.

Sementara itu, Direktur Operasi Kilang Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, menyampaikan kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden RI menjadi motivasi tersendiri bagi anggota Bank Sampah Beo Asri untuk terus meningkatkan kontribusi mereka dalam pengelolaan lingkungan.

“Kehadiran Ibu Tina Talisa menjadi penyemangat bagi ibu-ibu Bank Sampah Beo Asri. Kami berharap kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lingkungan, masyarakat, maupun mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan,” ujar Didik.

Bank Sampah Beo Asri merupakan bagian dari Program Kampung KB Gadis, salah satu program pemberdayaan masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Selain mengelola minyak jelantah, kelompok ini juga aktif mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi serta mengembangkan kerajinan ramah lingkungan melalui Kiye Ecoprint.

Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap konsisten mendorong terciptanya masyarakat mandiri, peduli lingkungan, dan berdaya secara ekonomi sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *